4 alasan mengapa tanah sangat penting bagi pertanian

Fungsi tanah untuk pertanian dan cara mengukur tanah dengan BIOTA Avirtech

Tanah adalah salah satu sumber daya alam yang paling penting di Bumi. Ini adalah dasar pertanian, dasar untuk produksi tanaman. Tanah menyediakan nutrisi dan air untuk tanaman, suhu sedang, dan dukungan untuk pertumbuhan akar. Itulah sebabnya mengapa tanah sangat berperan penting bagi tumbuhan dan pertania. Tetapi, tahukah Anda kalau hanya ada 7,5% dari permukaan bumi menyediakan tanah pertanian di mana kita bergantung untuk pasokan makanan dunia. Tanah ini tidak sepenuhnya untuk pertanian, namun juga untuk keperluan lain seperti perumahan, kota, dan lain lain. Di Indonesia, tercatat sekitar 7.463.948 hektare tanah yang dipakai untuk sawah pertanian. Angka ini belum tercatat untuk jenis pertanian lain seperti kopi, teh, sawit, dan lainnya.


sebaran tanah di indonesia

Sumber: Kata data 2019



Kualitas tanah memiliki dampak langsung pada kualitas dan kuantitas hasil panen. Untuk memaksimalkan hasil panen, petani harus hati-hati mengelola kesuburan, pH, dan tekstur tanah mereka. Petani dapat meningkatkan kesuburan tanahnya dengan menambahkan bahan organik, seperti kompos atau pupuk kandang. Mereka juga dapat menyesuaikan pH tanah mereka dengan menambahkan kapur atau belerang. Dan terakhir, mereka dapat memperbaiki tekstur tanah mereka dengan menambahkan pasir, tanah liat, atau gipsum.



Dengan mengelola kualitas tanah mereka dengan hati-hati, petani dapat menghasilkan hasil panen yang lebih tinggi, yang mengarah pada peningkatan produksi pangan dan pada akhirnya, pasokan pangan yang lebih stabil. Agar lebih paham, mari simak alasan mengapa tanah sangat penting bagi pertanian dan pengaruh tanah terhadap pertumbuhan tanaman.

Tempat pertukaran oksigen dan gas

Oksigen terperangkap di antara ruang antar partikel dalam tanah. Tanah sebagai perantara untuk memberikan oksigen ke akar tanaman dan pohon. Akar memanfaatkan oksigen untuk memecah berbagai gula dari rizosfer (tanah yang mengandung ekskresi akar) dan mikrobioma akar (mikroorganisme tanah). Lalu oksigen ini diberikan kepada tanaman dan pohon untuk memacu pertumbuhan.


Pelindung alami benih dan tanaman

Tanah berfungsi sebagai pelindung alami benih dan tanaman, membantu mengatur suhu dan merupakan rumah bagi berbagai organisme yang berbeda. Selain itu, tanah juga memainkan peran penting dalam siklus air, siklus karbon dan siklus nitrogen seperti yang sudah disebutkan di poin atas. 


Penyaring air dan pengatur suhu

Tanah memainkan peran penting dalam mengatur suhu bumi dan gas rumah kaca yang penting. Tanah juga menyaring air untuk membantu mengatur suhu bumi. Tumbuhan mengambil karbon dioksida dari atmosfer dan melepaskan oksigen selama fotosintesis. Oleh karena itu, tanah adalah rumah bagi banyak pengurai yang membantu memecah bahan organik dan melepaskan nutrisi kembali ke dalam tanah.


Penyedia kebutuhan primer dan sekunder 

Tanah menyediakan nutrisi tanaman primer dan sekunder untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Tanah mengandung berbagai jumlah nutrisi tanaman primer dan sekunder seperti nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, dan nutrisi tanaman penting lainnya. Tetapi beberapa tanah mungkin memerlukan nutrisi tambahan untuk membantu tanaman tumbuh dan menghasilkan energi. Pada umumnya petani akan menambahkan pupuk untuk memicu nutrisi yang ada di tanah. 


Jenis tanah apa yang bagus untuk pertanian?

Ada banyak jenis tanah, masing-masing dengan sifat uniknya sendiri. Tanah bisa berpasir, lempung, lempung atau kombinasi ketiganya. Jenis tanah yang Anda miliki akan menentukan jenis tanaman apa yang dapat tumbuh di dalamnya dan seberapa baik mereka akan berkembang. Berikut adalah beberapa jenis tanah yang dapat digunakan untuk pertanian. 

  1. Tanah aluvial

Tanah aluvial memiliki tekstur yang halus dan memiliki kandung mineral cukup tinggi sehingga baik untuk tanaman. Tanah jenis ini banyak ditemukan di daerah dataran rendah. Tanah aluvial bagus digunakan untuk menanam padi, dan tanaman palawija seperti singkong, jagung, dan lain - lain. 

  1. Tanah regosol

Tanah regosol adalah tanah yang berasal dari pelapukan dari material yang dikeluarkan oleh letusan gunung berapi seperti debu, pasir, lahar, dan lapili. Jenis tanah ini belum mengalami perkembangan sempurna. Berbeda dengan aluvial, regosol banyak ditemui pada dataran tinggi, tapi bagus juga ditanami tanaman palawija. 

  1. Tanah latosol

Tanah latosol terbentuk dari pelapukan batuan sedimen dan metamorf. Tanah jenis latosol banyak ditemui di daerah yang lembab. Tanah latosol mampu menyerap air dengan baik sehingga bisa menahan erosi dan cocok untuk tanaman tebu, cokelat, kopi dan karet. 


jenis jenis tanah untuk pertanian


Sumber: Dunia Pendidikan

Bagaimana cara mengevaluasi kesuburan tanah secara sederhana?

Kesuburan tanah sangat penting untuk pertanian, karena secara langsung mempengaruhi hasil panen. Namun, mengukur kesuburan tanah adalah tantangan, karena bisa sangat bervariasi dari satu lokasi ke lokasi lain. Apalagi untuk perusahaan pertanian besar dengan luas perkebunan ribuan hektar. 



BIOTA dari Avirtech adalah sistem IoT yang dapat membantu dalam hal ini. BIOTA terdiri dari berbagai sensor yang dapat ditempatkan di tanah dan air untuk memantau hal-hal seperti kelembaban, suhu, dan tingkat pH. Sistem kemudian mengirimkan data ini ke komputer pusat, yang dapat digunakan untuk melacak perubahan kesuburan tanah dari waktu ke waktu.



BIOTA dari Avirtech adalah alat yang dapat membantu agribisnis yang ingin meningkatkan pengamanan dan kualitas kesuburan tanah perkebunan. Dengan BIOTA, Anda dapat memastikan bahwa tanaman Anda mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan untuk tumbuh dan berkembang. Tertarik bagaimana BIOTA dapat membaca setiap perubahan tanah perkebunan Anda? Hubungi info@avirtech.co untuk demo dan informasi selengkapnya.




Posted by : Nurhayati

Published At : 18/08/2022 05:01:25

Comments

Leave a comment!